26 February, 2011

haishhh siapakah hamba allah ini??

raymond lampoyang..??
hai leh ke awk test tampar n pijak muke sy yg sombok ni?
blh..pangpang100kali...
awk nak tampar pakai 2tapak tangan ke 1je?bpe kali nak tampar?
ape sehh..nape tetibe je msg owg pas2 mtk tampar..
November 7
juz bg pluang awk merasai camner dapat tampar n pijak muke laki sesuke n spuas hati awk je?
pelik2.tak dpt rasa pun..bkn nampak pown..cm ne nak rasa
awk duk area ner?
s.alam
keja or studi?
kerja
kerja pe?
keje biasa2 je..
awk nak tampar or pijak muke sy?
taknak dua2..
February 6
hai leh ke awk test tampar n pijak muke sy yg sombok ni?
Today
hai leh ke awk test tampar n pijak muke sy yg sombok ni?

19 February, 2011

aku rindu sayang kamu

Black Mentor - Aku Rindu Sayang Kamu

Siang dan malamku kini menjadi satu
Terasa sedihku bila tiada mu
Apakah ini dinamakan cinta oh
Menjadi aku yang hina

Apakah kau dah tak sepertiku
Rasa hari-hariku tak menentu
Bagaikan lilitan terikat di jantungku
Terasa sungguh

Chorus
ku rindu sayang kamu
Matamu aku cinta kepadamu
Sayang kamu

Apakah kau rasa sepertiku
Rasa hari-hariku tak menentu
Bagaikan lilitan terikat dijantungku
Terasa sungguh

Ulang Chorus 3x

15 February, 2011

Pesanan Untuk Si Dia.mp4

sedih,,,buat baik salah buat jahat lagi salah...

terima kasih KAWAN...coz buad aku cam ginih...bila ko nak ape2 pandai mintak tlg sama aku bila ko dah senang lenag hmmm haram jadah....

p?s:stetmen aku ni tiada kaitan ngan kawan2 rapatku d tempat kerja....tp kpd kwn yg bila susah cari aku n bila senang ko pushhh aku...

08 February, 2011

ORANH TUA TERCINTA..

Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT, sang maha pengasih yang masih memberikan keberkahan sehat dan umur panjang kepada kedua orang tua kita.
Orang tua, adalah pahlawan sejati dalam hidup kita. Dengan perantara merekalah kita hadir di dunia. Karena jasa merekalah kita sekarang dapat hidup layak seperti sekarang ini. Karena pengorbanan merekalah kita dapat berani menghadapi dunia dengan segenap kemampuan dan ilmu yang kita miliki.
Masih ingatkah kita ketika kecil dulu, seakan akan semua yang terbaik hanyalah diberikan untuk kita. Ayah yang bekerja tanpa kenal lelah demi memenuhi kebutuhan anak anaknya, ibu yang setiap pagi dan malam merawat dan menjaga. Ibarat nyamukpun yang menggigit atau melukai tubuh kitapun mereka tidak akan membiarkannya. Tidak ada kata lelah dari mereka demi kebahagiaan anak anaknya, tidak ada kata “tidak” demi permintaan dan kebahagiaan kita. Bahkan jika perlu kesusahan yang timbul akibat memperjuangkan kebahagiaan kitapun mereka rela melakukannya. Kecukupan kebahagiaan seorang anak, itulah yang membahagiakan para orang tua. Maka tidaklah mengherankan jika Allah Azza Wa Jalla menyebutkan bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa yang sangat besar.
Dan kini.. pertanyaan yang muncul adalah, apakah kita sudah bisa membalas semua kebaikan mereka? dan apakah semua yang kita berikan untuk mereka sudah layak disebut sebagai balasan yang setimpal?
Memang tidak akan ada balasan yang bisa dikatakan pantas untuk mengimbangi berbagai pengorbanan orang tua, walaupun kita telah mencoba seumur hidup kita.
Mungkin masih ada dari kita yang merasa kurang beruntung karena memiliki orang tua yang kurang pas dengan “selera” kita. Memang orang tua tetaplah manusia, yang tidak akan pernah sempurna. Dan mugkin juga karena itu kitapun pernah merasakan kecewa pada sikap dan kekurangan mereka. Namun percayalah, hati nurani setiap orang tua hanyalah ingin selalu melindungi kita dan menempatkan kita pada sebaik baik tempat dan keadaan, walaupun pendapat dan sikap memang mereka tidak sepenuhnya selalu benar.
Dalam segala situasi pun, orang tua tanpa diminta mengalahpun, mereka akan mengalah demi anak anaknya, dan setiap orang tua yang baik, tidak akan mengharapkan balas jasa dari anak anak mereka, walau mereka melihat kesuksesan telah menjadi bagian hidup anak anak mereka. Namun kita sebagai seorang anak yang seharusnya mengerti tentang balas budi, diharapkan dapat sedikit membantu mereka dalam menghabiskan sisa usia mereka dengan memberikan kebahagiaan. Kebahagiaan tidaklah selalunya dengan harta, pada usia mereka, perhatian dan kasih sayang dari anak anaknya adalah pengobat yang sangat manjur dari semua kesepian yang menghinggapi mereka dimasa tua.
Di masa ini adalah saat mereka “menitipkan” hidup kepada anak- anak mereka. Para orang tua sebenarnya tidak akan pernah meminta ataupun memohon dan apalagi merepotkan kepada anak anak mereka dengan berbagai kelemahan yang hadir dimasa tua. Kalaulah dapat, mereka pasti akan mau hidup mandiri dan sudah cukup merasa senang melihat kesuksesan anaknya, walaupun mereka tidak ikut menikmati. Namun keterbatasan mereka sebagai manusia mengharuskan mereka membutuhkan bantuan, dan siapa lagi yang seharusnya membantu dan memanjakan mereka, tentu saja anak anak mereka. Bukankah mereka juga melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik, kepada kita sewaktu kita kecil?
Subhanallah, bisakah kita mencintai mereka seperti mereka mencintai kita? atau jangan jangan yang terjadi malah sebaliknya? harta dan amanah dunia yang hanya sebentar dititipkan kepada kita ini, telah menggiring kita jauh dari mereka?
Mari kita temukan jawaban sejujurnya dalam diri dan hati nurani kita masing masing…

05 February, 2011

ALLAH maha adil

Maasyiral Muslimin Rahimakumullahu!“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah dan jika ada kebajikan sebesar zarah niscaya Allah akan melipatgandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yg besar.” . Kalau kita membaca dan mengamati ayat ini betapa Allah Maha Adil pada hamba-Nya sehingga tidak ada kesia-siaan amal baik dari hamba jika dikerjaakan dgn ikhlas dan tidak bertentangan dgn syariat. Amal yg baik itu akan mendapat kebaikan walaupun sebesar zarrah. Ayat ini berkaitan dgn suatu hadis yg panjang dalam beberapa kitab hadis. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra katanya “Bahwa kaum muslimin pada zaman Rasulullah saw telah bertanya ‘Wahai Rasulullah adakah kami dapat melihat Tuhan kami nanti pada hari Kiamat?’ Rasulullah saw bersabda ‘Ya! Adakah kamu merasa sukar utk melihat matahari pada siang hari yg cerah yg tidak ada awan? Adakah kamu merasa sukar utk melihat bulan pada malam purnama yg cerah tanpa ada awan?’ Kaum muslimin menjawab ‘Tidak wahai Rasulullah’. Rasulullah saw bersabda ‘Kamu tidak akan mengalami kesukaran dalam melihat Allah Taala pada hari Kiamat sebagaimana kamu tidak mengalami kesukaran utk melihat salah satu dari matahari dan bulan. Apabila berlaku hari Kiamat para penyeru yaitu para Malaikat mengumumkan ‘Setiap umat hendaklah mengikuti apa yg mereka sembah sewaktu di dunia. Maka tidak akan kekal seorang pun dari mereka yg menyembah selain dari Allah yaitu berhala-berhala. Mereka akan dicampakkan ke dalam Neraka sehingga yg tinggal hanyalah orang-orang yg dahulunya yaitu sewaktu di dunia menyembah Allah orang-orang yg baik orang-orang jahat dan sisa-sisa Ahli Kitab. Maka orang-orang Yahudi dipanggil dan ditanya kepada mereka ‘Apakah yg kamu sembah sewaktu di dunia?’ Mereka menjawab ‘Kami menyembah Uzair Ibnullah’ lalu dikatakan kepada mereka ‘Kamu telah berdusta’. Allah tidak pernah menjadikan walau seorang pun sebagai teman yaitu isteri atau anak. Maka mereka telah ditanya ‘Apa yg kamu inginkan?’ Mereka menjawab ‘Kami haus wahai Tuhanku! Berilah kami minum’. Lalu diisyaratkan kepada mereka ‘Tidakkah kamu inginkan air?’ Lalu mereka pun diiring beramai-ramai ke Neraka Neraka seolah-olah fatamorgana sebahagiannya menghancurkan sebahagian yg lain. Mereka pun sama-sama terhumbankan ke dalam Neraka. Kemudian dipanggil pula orang-orang Nasrani lalu ditanya kepada mereka ‘Apakah yg kamu sembah semasa di dunia?’ Mereka menjawab ‘Kami menyembah al-Masih anak Allah’ lalu dikatakan kepada mereka ‘Kamu telah berdusta! Allah tidak pernah menjadikan walau seorang pun sebagai teman yaitu isteri atau anak. Maka mereka telah ditanya ‘Apakah yg kamu inginkan?’ Mereka menjawab ‘Kami haus wahai Tuhanku berilah kami minum’. Lalu ditunjukkan kepada mereka ‘Tidakkah kamu inginkan air?’ Lalu mereka diiring ke Neraka Jahanam. Neraka seolah-olah fatamorgana sebahagiannya menghancurkan sebahagian yg lain. Mereka pun sama-sama dicampakkan ke dalam Neraka sehingga yg tinggal hanyalah orang-orang yg dahulunya menyembah Allah Taala orang-orang baik dan orang-orang jahat. Maka Allah SWT Tuhan sekalian alam datang kepada mereka dalam bentuk yg lbh rendah daripada bentuk yg mereka ketahui lalu berfirman ‘Apakah yg kamu tunggu? Setiap umat akan mengikuti apa yg dahulunya mereka sembah’. Mereka berkata ‘Wahai Tuhan kami di dunia kami memisahan diri dari orang-orang yg menyusahkan kami yaitu utk membantu penghidupan di dunia dan kami tidak mau berkawan dgn mereka yaitu kerana mereka menyimpang dari jalan yg digariskan oleh agama. Allah berfirman lagi kepada mereka ‘Akulah Tuhan kamu! Mereka berkata ‘Kami mohon perlindungan daripada Allah kepada kamu kami tidak akan menyekutukan Allah dgn sesuatu pun kedua kalinya atau ketiga kalinya sehingga sebahagian mereka hampir-hampir berubah yaitu kembali kepada kebenaran. Maka Allah berfirman ‘Apakah di antara kamu dan Allah terdapat tanda-tanda yg membuatkan kamu dapat mengenali-Nya?’ Mereka menjawab ‘Ya!’ Lalu disingkapkan keadaan yg menakutkan itu dan tiap orang yg hendak bersujud kepada Allah dgn keinginan mereka sendiri sudah pasti akan mendapat keizinan Allah sedangkan orang yg akan bersujud kerana takut atau utk memperlihatkannya maka Allah akan menyatukan belakangnya sehingga tidak boleh bersujud. Setiap kali hendak bersujud dia hanya dapat membongkokkan pada tengkuknya. Kemudian apabila mereka mengangkat kepala Allah pun telah berupa sebagaimana gambaran yg mereka lihat pertama kali tadi. Maka Allah pun berfirman ‘Akulah Tuhan kamu’. Mereka menyahut ‘Engkau Tuhan Kami!’ Kemudian dibentangkan sebuah jambatan di atas Neraka Jahannam dan yg dibenarkan ketika itu hanyalah syafaat dari rasul-rasul di mana mereka mengucapkan ‘Ya Allah selamatkanlah selamatkanlah’. Kemudian ada yg bertanya Rasulullah saw ‘Wahai Rasulullah apakah jambatan itu?’ Rasulullah saw bersabda ‘Ia merupakan lumpur yg licin. Padanya juga terdapat besi berkait dan besi berduri. Di Najd terdapat tumbuhan berduri yg disebut Sakdan. Maka seperti itulah besi-besi berkait tersebut. Kecepatan orang-orang mukmin melintasi jambatan tersebut ada seperti kedipan mata seperti kilat seperti angin seperti burung dan seperti kuda atau unta yg berlari kencang. Mereka terbahagi kepada tiga kumpulan Selamat dan tidak mengalami apa-apa rintangan selamat tetapi terpaksa menempuh banyak rintangan dan terkoyak serta yg terus terjerumus ke dalam neraka jahanam. Pada saat orang-orang mukmin telah bebas dari azab Neraka maka demi zat yg menguasai diriku yaitu diri Rasulullah nescaya tidak ada orang yg begitu peduli dalam mencari kebenaran melebihi orang-orang mukmin yg mencari kebenaran dari Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yg masih berada di neraka. Mereka berkata ‘Wahai Tuhan kami sesungguhnya dulu mereka berpuasa bersama kami menunaikan salat dan mengerjakan haji. Lalu Allah berfirman kepada mereka ‘Keluarkanlah orang-orang yg kamu kenal kerana wajah-wajah mereka diharamkan ke atas api Neraka. Maka ramai yg dapat dikeluarkan dari neraka. Ada yg sudah terbakar hingga separuh betis dan lututnya. Orang-orang mukmin itu berkata ‘Wahai Tuhan kami tidakkah ada lagi yg tertinggal di dalam Neraka setelah Engkau perintahkan utk dikeluarkan’. Allah berfirman ‘Kembalilah siapa saja yg kamu temukan di hatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat satu dinar maka keluarkanlah. Jadi mereka dapat mengeluarkan ramai manusia. Lalu mereka berkata ‘Wahai Tuhan kami kami tidak tahu apakah masih ada di Neraka seseorang yg Engkau perintahkan utk dikeluarkan. Allah berfirman Kembalilah siapa saja yg kamu temukan di hatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat setengah dinar maka keluarkanlah. Mereka dapat mengeluarkan ramai lagi manusia. Setelah itu mereka berkata ‘Wahai Tuhan kami kami tidak tahu apakah di sana masih ada seseorang yg Engkau perintahkan utk dikeluarkan. Allah berfirman ‘Kembalilah siapa saja yg kamu temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meskipun hanya seberat zarah maka keluarkanlah. Bertambah ramai lagi yg dapat dikeluarkan. Kemudian mereka berkata ‘Wahai Tuhan kami kami tidak tahu adakah di sana masih ada pemilik kebaikan. Sesungguhnya Abu Said al-Khudri berkata ‘Jika kamu tidak mempercayaiku mengenai Hadis ini maka bacalah firman Allah ayat 40 surah An-Nisa’ Yang bermaksud ‘Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah dan jika ada kebaikan sebesar zarah nescaya Allah akan melipat gandakannya serta memberikan dari sisi-Nya pahala yg besar. Allah swt berfirman ‘Para Malaikat telah meminta syafaat para nabi telah meminta syafaat dan orang-orang mukmin juga telah meminta syafaat. Yang tinggal hanyalah Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yg penyayang. Lalu Allah merangkum dari Neraka dan mengeluarkan sekumpulan orang yg sama sekali tidak pernah melakukan kebaikan. Mereka telah menyadari. Kemudian mereka dilempar ke sebuah sungai di pintu surga yg disebut sungai kehidupan. Seterusnya mereka keluar seperti tumbuhan kecil yg keluar selepas dari banjir. Bukankah kamu sering melihat tumbuhan kecil di celah-celah batu atau pohon bahagian yg terkena sinar matahari akan berwarna sedikit kekuningan dan hijau sedangkan yg berada di bawah tempat teduh akan menjadi putih? Para Sahabat menyahut ‘Seakan-akan Engkau pernah menggembala di gurun’. Rasulullah saw terus bersabda ‘Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di leher mereka ada kalung sehingga para ahli surga dapat mengenali mereka Mereka adl orang-orang yg dibebaskan oleh Allah yg dimasukkan oleh Allah ke dalam surga tanpa amalan yg mereka kerjakan dan juga tanpa kebaikan yg mereka lakukan. Kemudian Allah berfirman ‘Masuklah kamu ke dalam surga apa-apa yg kamu lihat itu adl utk kamu’. Mereka berkata ‘Wahai Tuhan kami Engkau telah berikan kepada kami pemberian yg belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di antara orang-orang di seluruh alam’. Allah berfirman ‘Di sisi-Ku ada pemberian utk kamu yg lbh baik daripada pemberian ini. Mereka berkata ‘Wahai Tuhan kami apa lagi yg lbh baik daripada pemberian ini? Allah berfirman ‘Ridha-Ku lalu Aku tidak memurkai kamu selepas ini buat selama-lamanya’.” .

MANUSIA YANG LUPA DIRI

Khatam zikir masih belum bertemu tuan.
Saat salam sakaratul menyaring datang,
ketar seluruh jasad mendengar raungan,
lantas hati terus-terusan terkesan,
senandung ngilu sang hati peri
bertanya pada sekalian umat dunia,
nan entahkan sedar entahkan tidak.

Alpa apakah kira
bila jeritan bersabung letupan,
saat tangisan beranyam darurat,
kala darah menjadi air dan
daging manusia enak dilapah!
Masih ada lagi yang ketawa ceria?
Menongkah dunia dengan percikan api
di awan gelap, berpeleseran dan berpelukan,
berpeluk pinggang tak lekang,
berkongsi teguk kencing si syaitan,
gerudi bergelek hingga ke fajar.
Hati, manakah tautannya?
Tak sampaikah derita sana, untuk
airmata mengalir dari hati,
kebas terus ke liang nadi,
biar sampai nanti tak ada kisah
dalam sejarah menjadi hitam bersegi.

Salam zikir masih belum mahu berhenti,
walau sayup-sayup bedil bom menyaring lagi.
Masih di dalam hati mengharap agar
lewat esok pagi,
hitamlah langit mengait sayap beburung Ababil,
dan air tangis si kecil menjadi api,
terus menjadi peluru membedil Zionis,
juga manusia-manusia yang lupa diri.