"ASSALAMUALAIKUM"
"Lebih baik tidur dengan perut yang lapar daripada bangun tidur dengan banyak hutang"
13 October, 2013
07 October, 2012
26 February, 2011
haishhh siapakah hamba allah ini??
hai leh ke awk test tampar n pijak muke sy yg sombok ni?
November 7
February 6
Today
19 February, 2011
aku rindu sayang kamu
Black Mentor - Aku Rindu Sayang Kamu
Siang dan malamku kini menjadi satu
Terasa sedihku bila tiada mu
Apakah ini dinamakan cinta oh
Menjadi aku yang hina
Apakah kau dah tak sepertiku
Rasa hari-hariku tak menentu
Bagaikan lilitan terikat di jantungku
Terasa sungguh
Chorus
ku rindu sayang kamu
Matamu aku cinta kepadamu
Sayang kamu
Apakah kau rasa sepertiku
Rasa hari-hariku tak menentu
Bagaikan lilitan terikat dijantungku
Terasa sungguh
Ulang Chorus 3x
Siang dan malamku kini menjadi satu
Terasa sedihku bila tiada mu
Apakah ini dinamakan cinta oh
Menjadi aku yang hina
Apakah kau dah tak sepertiku
Rasa hari-hariku tak menentu
Bagaikan lilitan terikat di jantungku
Terasa sungguh
Chorus
ku rindu sayang kamu
Matamu aku cinta kepadamu
Sayang kamu
Apakah kau rasa sepertiku
Rasa hari-hariku tak menentu
Bagaikan lilitan terikat dijantungku
Terasa sungguh
Ulang Chorus 3x
18 February, 2011
15 February, 2011
sedih,,,buat baik salah buat jahat lagi salah...
terima kasih KAWAN...coz buad aku cam ginih...bila ko nak ape2 pandai mintak tlg sama aku bila ko dah senang lenag hmmm haram jadah....
p?s:stetmen aku ni tiada kaitan ngan kawan2 rapatku d tempat kerja....tp kpd kwn yg bila susah cari aku n bila senang ko pushhh aku...
p?s:stetmen aku ni tiada kaitan ngan kawan2 rapatku d tempat kerja....tp kpd kwn yg bila susah cari aku n bila senang ko pushhh aku...
08 February, 2011
ORANH TUA TERCINTA..
Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT, sang maha pengasih yang masih memberikan keberkahan sehat dan umur panjang kepada kedua orang tua kita.
Orang tua, adalah pahlawan sejati dalam hidup kita. Dengan perantara merekalah kita hadir di dunia. Karena jasa merekalah kita sekarang dapat hidup layak seperti sekarang ini. Karena pengorbanan merekalah kita dapat berani menghadapi dunia dengan segenap kemampuan dan ilmu yang kita miliki.
Masih ingatkah kita ketika kecil dulu, seakan akan semua yang terbaik hanyalah diberikan untuk kita. Ayah yang bekerja tanpa kenal lelah demi memenuhi kebutuhan anak anaknya, ibu yang setiap pagi dan malam merawat dan menjaga. Ibarat nyamukpun yang menggigit atau melukai tubuh kitapun mereka tidak akan membiarkannya. Tidak ada kata lelah dari mereka demi kebahagiaan anak anaknya, tidak ada kata “tidak” demi permintaan dan kebahagiaan kita. Bahkan jika perlu kesusahan yang timbul akibat memperjuangkan kebahagiaan kitapun mereka rela melakukannya. Kecukupan kebahagiaan seorang anak, itulah yang membahagiakan para orang tua. Maka tidaklah mengherankan jika Allah Azza Wa Jalla menyebutkan bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa yang sangat besar.
Dan kini.. pertanyaan yang muncul adalah, apakah kita sudah bisa membalas semua kebaikan mereka? dan apakah semua yang kita berikan untuk mereka sudah layak disebut sebagai balasan yang setimpal?
Memang tidak akan ada balasan yang bisa dikatakan pantas untuk mengimbangi berbagai pengorbanan orang tua, walaupun kita telah mencoba seumur hidup kita.
Mungkin masih ada dari kita yang merasa kurang beruntung karena memiliki orang tua yang kurang pas dengan “selera” kita. Memang orang tua tetaplah manusia, yang tidak akan pernah sempurna. Dan mugkin juga karena itu kitapun pernah merasakan kecewa pada sikap dan kekurangan mereka. Namun percayalah, hati nurani setiap orang tua hanyalah ingin selalu melindungi kita dan menempatkan kita pada sebaik baik tempat dan keadaan, walaupun pendapat dan sikap memang mereka tidak sepenuhnya selalu benar.
Dalam segala situasi pun, orang tua tanpa diminta mengalahpun, mereka akan mengalah demi anak anaknya, dan setiap orang tua yang baik, tidak akan mengharapkan balas jasa dari anak anak mereka, walau mereka melihat kesuksesan telah menjadi bagian hidup anak anak mereka. Namun kita sebagai seorang anak yang seharusnya mengerti tentang balas budi, diharapkan dapat sedikit membantu mereka dalam menghabiskan sisa usia mereka dengan memberikan kebahagiaan. Kebahagiaan tidaklah selalunya dengan harta, pada usia mereka, perhatian dan kasih sayang dari anak anaknya adalah pengobat yang sangat manjur dari semua kesepian yang menghinggapi mereka dimasa tua.
Di masa ini adalah saat mereka “menitipkan” hidup kepada anak- anak mereka. Para orang tua sebenarnya tidak akan pernah meminta ataupun memohon dan apalagi merepotkan kepada anak anak mereka dengan berbagai kelemahan yang hadir dimasa tua. Kalaulah dapat, mereka pasti akan mau hidup mandiri dan sudah cukup merasa senang melihat kesuksesan anaknya, walaupun mereka tidak ikut menikmati. Namun keterbatasan mereka sebagai manusia mengharuskan mereka membutuhkan bantuan, dan siapa lagi yang seharusnya membantu dan memanjakan mereka, tentu saja anak anak mereka. Bukankah mereka juga melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik, kepada kita sewaktu kita kecil?
Subhanallah, bisakah kita mencintai mereka seperti mereka mencintai kita? atau jangan jangan yang terjadi malah sebaliknya? harta dan amanah dunia yang hanya sebentar dititipkan kepada kita ini, telah menggiring kita jauh dari mereka?
Mari kita temukan jawaban sejujurnya dalam diri dan hati nurani kita masing masing…
Subscribe to:
Posts (Atom)


